LAPORAN AKHIR MODUL 3 OP - AMP & FILTER
JURNAL PRAKTIKUM OPERATIONAL
AMPLIFIER DAN FILTER
Nama : Rafi Hidayat
No BP : 2410951026
Kelompok : 20
Tanggal Praktikum : 16 September 2025
Asisten Praktikum : 1. Rahmi Humira
2. Muhammad Aulia Jabbar
1. Inverting Amplifier
Rf(kΩ) | Vi(V) | Hitung Gain(-Rf/Ri ) | Vout | Bentuk Gelombang |
20 | 1,711V | -2 | -4,81V | ![]() |
50 | 1,709V | -5 | -8,69V | |
80 | 1,719V | -8 | -9,85V |
|
2.Komparator
V1 (V) | V2 (V) | Vout |
3V | 1V | -10,04V |
1V | 3V | 11,32V |
3. LPF -20dB
Frekuensi | Vin | Vout | Grafik Sinyal |
100 Hz | 1,76V | 1,479V |
|
500 Hz |
1,746V | 0,519V |
|
1000 Hz |
1,725V | 0,264V |
|
Sketch Grafik Bode Plot |
|
4. HPF 40dB
Frekuensi | Vin | Vout | Grafik Sinyal |
100 Hz | 1,758V | 0,541V |
|
500 Hz | 1,745V | 1,599V | |
1000 Hz | 1,725V | 1,685V |
Sketch Grafik Bode Plot |
4.1 Inverting Amplifier
Gambar 3.6 Rangkaian Inverting Amplifier
Prinsip kerja :
Rangkaian Inverting Op-Amp adalah konfigurasi penguat operasional di mana sinyal input diberikan pada terminal inverting (-) melalui resistor input (Rin), sementara terminal non-inverting (+) dihubungkan ke ground. Dalam konfigurasi ini, sinyal input mengalami pembalikan fasa (180 derajat) pada output. Arus yang mengalir melalui Rin menuju node inverting (-) akan terus berusaha diseimbangkan oleh op-amp melalui umpan balik negatif yang diberikan oleh resistor umpan balik (Rf) dari output ke input inverting. Tegangan output (Vout) berbanding terbalik dengan tegangan input (Vin) dan dapat dihitung dengan rumus Vout = −(Rf/Rin)×Vin, di mana faktor penguatan negatif menunjukkan pembalikan fasa. Rangkaian ini umumnya digunakan untuk memperkuat sinyal sekaligus membalikkan fasa sinyal, dan sering diaplikasikan dalam pengolahan sinyal, penguat audio, serta sirkuit analog lainnya.
4.2 Komparator Amplifier
Gambar 3.7 Rangkaian Komparator Amplifier
Prinsip kerja :
Rangkaian yang ditunjukkan adalah Comparator Amplifier menggunakan op-amp 741 yang berfungsi membandingkan tegangan input (Vin) dengan tegangan referensi (Vref). Pada rangkaian ini, Vin diberikan ke terminal inverting (-) melalui resistor R1, sedangkan Vref diberikan langsung ke terminal non-inverting (+). Op-amp bekerja sebagai pembanding, di mana output akan berada pada kondisi tegangan maksimum positif atau negatif tergantung pada perbandingan antara Vin dan Vref. Jika Vin lebih besar daripada Vref, maka output akan menjadi negatif maksimal (atau rendah), sedangkan jika Vin lebih kecil dari Vref, output akan menjadi positif maksimal (atau tinggi). Rangkaian ini sering digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan deteksi batas tegangan, seperti rangkaian pendeteksi level atau pengubah sinyal analog menjadi digital sederhana.
4.3 Low Pass Filter
Gambar 3.8 Rangkaian LPF -20dB
4.4 High Pass Filter
Gambar 3.9 Rangkaian HPF 40dB
Video Percobaan
Inverting Amplifier
Comparator Amplifier
HPF 40 DB
1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan.
Jawab :
Vout yang dihasilkan merupakan pengalian Vin dengan Av (-Rf/Rin). Berdasarkan percobaan, Vin yang diinputkan senilai 1,7V. Untuk nilai masing-masing Rf yaitu 20K Ohm, 50K Ohm, dan 80K Ohm didapatkan Vout masing-masing -4,81V; -8,69V; -9,85V.Output yang dihasilkan memiliki nilai yang lebih besar dari Vin dan beda fasa 180 derajat yang membut Output tegangan menjadi negatif.
2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.
Jawab :
Pada percobaan ketika V yang masuk ke kaki inverting lebih besar dari V2 yang masuk ke kaki Non-Inverting maka Vout yang dihasilkan adalah -10,04V. Jika sebaliknya V2 yang lebih besar dari V1 maka Vout yang akan dihasilkan addalah 11,32V. Berarti Vout yang dihasilkan memiliki 2 kemungkinan yaitu + atau - saturasi. Jika nilai Vinput mendekati atau sama dengan Vreferensinya maka ada offset input. Perbedaan sekecil milivolt bisa membuat output tidak pasti, kadang high dan kadang low. Ini bisa membuat adanya noise yang menyebabkan nilai output berubah-ubah (bergoyang).
3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya.
Jawab :
Secara teoritis Vout dari rangkaian Inverting Amplifier memiliki rumus:
Vout=−Rf/Rin⋅Vin
4. Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab :
Low Pass Filter (LPF) merupakan rangkaian penyaring sinyal yang berfungsi untuk melewatkan komponen frekuensi rendah dengan redaman minimal, sekaligus menekan komponen frekuensi tinggi sehingga amplitudonya semakin kecil. Prinsip dasar kerjanya terletak pada sifat reaktansi kapasitor
Pada frekuensi rendah nilai reaktansinya relatif besar sehingga arus cenderung terhambat untuk melewati kapasitor, dan sinyal lebih banyak diteruskan ke keluaran. Sebaliknya, pada frekuensi tinggi reaktansi kapasitor mengecil, membuat sinyal lebih mudah dialirkan ke ground (teredam), sehingga tegangan keluarannya menurun.
Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa pada frekuensi 100 Hz Vout yang dihasilkan adalah hampir sama dengan tegangan masukan, menandakan bahwa frekuensi tersebut masih berada pada daerah passband filter. Ketika frekuensi dinaikkan menjadi 500 Hz, amplitudo turun signifikan menjadi sekitar 0,519 V, yang mengindikasikan sinyal sudah mendekati wilayah transisi (cut-off). Pada frekuensi 1000 Hz, tegangan keluaran semakin kecil, yaitu sekitar 0,264 V, menunjukkan bahwa sinyal semakin teredam sesuai dengan karakteristik stopband LPF.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa frekuensi cut-off dari rangkaian ini terletak di antara 100 Hz hingga 500 Hz. Gelombang keluarannya tetap mempertahankan bentuk sinusoidal, tetapi dengan amplitudo yang menurun seiring meningkatnya frekuensi, sejalan dengan teori respon frekuensi pada low pass filter.
5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab :
High Pass Filter (HPF) merupakan rangkaian penyaring sinyal yang berfungsi melewatkan komponen frekuensi tinggi dengan redaman minimal, sekaligus menekan komponen frekuensi rendah. Prinsip kerjanya bertumpu pada sifat reaktansi kapasitor
Pada frekuensi rendah, nilai reaktansi kapasitor relatif besar sehingga arus sulit melewati jalur kapasitif, akibatnya sinyal terhambat dan tegangan keluaran menjadi kecil. Sebaliknya, pada frekuensi tinggi reaktansi kapasitor semakin kecil, membuat sinyal lebih mudah dialirkan menuju keluaran, sehingga amplitudo tegangan output mendekati amplitudo input.
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa frekuensi cut-off filter terletak pada rentang 100–500 Hz. Bentuk gelombang keluaran tetap mempertahankan karakter sinusoidal, namun amplitudonya bergantung pada frekuensi: sangat kecil pada frekuensi rendah, meningkat di sekitar frekuensi transisi, dan mendekati penuh pada frekuensi tinggi. Hal ini sepenuhnya konsisten dengan karakteristik teoritis High Pass Filter.
Download Video Percobaan Inverting Amplifier Klik Disini
Download Video Percobaan Comparator Klik Disini
Download Video Percobaan LPF -20dB Klik Disini
Download Video Percobaan HPF 40dB Klik Disini
Download Video Penjelasan Kondisi Klik Disini
Download Datasheet Multimeter Klik Disini
Download Datasheet Resistor Klik Disini
Download Datasheet OP-AMP Klik Disini
Download Datasheet AC Klik Disini
Download Datasheet Kapasitor Klik Disini
Download Datasheet Osiloskop Klik Disini
Download Laporan Akhir Klik Disini






Komentar
Posting Komentar