LAPORAN AKHIR MODUL 2 TRANSISTOR



1. Jurnal [Kembali]






2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Fixed Bias

Prinsip Kerja Fixed Bias :

    Rangkaian Fixed Bias merupakan salah satu konfigurasi dasar pada transistor. Prinsip kerjanya adalah penggunaan resistor basis (RB) untuk memberikan arus bias pada terminal basis sehingga transistor beroperasi pada daerah aktif dan mampu melakukan penguatan sinyal masukan secara optimal. Sinyal masukan yang diberikan ke basis mengontrol aliran arus kolektor–emitor, sehingga menghasilkan penguatan tegangan pada terminal keluaran. Konfigurasi ini sederhana dan dapat memberikan kinerja penguatan yang baik, namun kestabilan bias sangat dipengaruhi oleh perubahan parameter transistor, sehingga diperlukan pengaturan dan pemeliharaan yang cermat agar kondisi bias tetap terjaga dalam jangka panjang.

2. Self Bias

Prinsip Kerja Self Bias :

    Rangkaian self-bias merupakan metode polarisasi transistor bipolar yang bertujuan menjaga transistor bekerja pada daerah aktif sehingga mampu menguatkan sinyal masukan secara optimal. Prinsip kerjanya menggunakan resistor basis (RB) dan kolektor (RC) untuk membentuk pembagi tegangan yang menentukan titik kerja (Q-point) transistor. Agar transistor beroperasi pada mode aktif, tegangan basis–emitor (VBE) harus bernilai sekitar 0,6–0,7 V untuk transistor silikon. Tegangan catu daya (VCC) yang diberikan antara kolektor dan emitor turut memengaruhi kestabilan titik kerja, yang kemudian dapat dianalisis melalui hukum pembagian tegangan dan kurva karakteristik transistor. Keunggulan utama rangkaian ini adalah kemampuannya menjaga kestabilan bias terhadap perubahan temperatur maupun variasi parameter transistor. Setelah titik kerja tercapai, arus kolektor (IC) dapat ditentukan melalui hukum Ohm pada resistor kolektor dengan memperhatikan tegangan kolektor–emitor (VCE) sebagai acuan utama.

3.  Voltage Divider Bias


    Prinsip Kerja Divider Bias:

    Tegangan VBE adalah tegangan yang diberikan antara basis dan emitor transistor, yang berfungsi sebagai syarat utama agar transistor dapat beroperasi dalam daerah aktif sehingga mampu menguatkan sinyal masukan dengan baik. Pada konfigurasi Voltage Divider Bias, stabilitas titik kerja transistor menjadi salah satu keunggulan utama, karena perubahan tegangan catu daya tidak secara langsung memengaruhi besar tegangan basis–emitor yang dihasilkan oleh pembagi tegangan. Hal ini membuat rangkaian lebih andal dibandingkan metode bias sederhana lainnya. Tegangan bias pada basis ditentukan oleh kombinasi dua resistor, yaitu R1 dan R2, yang berfungsi membentuk pembagi tegangan sehingga nilai tegangan basis dapat dikontrol sesuai kebutuhan desain. Dengan pemilihan nilai resistor yang tepat, transistor dapat dipastikan bekerja pada titik kerja (Q-point) yang stabil di daerah aktif kurva karakteristiknya, meskipun terjadi variasi suhu maupun perubahan parameter transistor. Setelah titik kerja ditetapkan, analisis selanjutnya adalah menentukan arus kolektor (IC) yang dapat dihitung menggunakan hukum Ohm pada resistor kolektor, dengan mempertimbangkan tegangan kolektor–emitor (VCE) sebagai parameter utama yang menunjukkan kondisi kerja transistor secara keseluruhan.

4. Regulator dan Power IC

IC REGULATOR 7805

 IC REGULATOR 7809


   IC REGULATOR 7812


    Tegangan masukan yang diberikan pada IC regulator umumnya bernilai 5 V atau 12 V, yang dialirkan melalui pin input dan kemudian dikeluarkan melalui pin output menuju rangkaian beban (misalnya resistor) sebelum akhirnya terhubung ke ground. Besar tegangan keluaran bergantung pada jenis IC regulator yang digunakan. Sebagai contoh, IC 7805 menghasilkan tegangan keluaran 5 V, IC 7809 menghasilkan 9 V, dan IC 7812 menghasilkan 12 V. Prinsip kerjanya berlaku dengan syarat tegangan masukan harus lebih tinggi daripada spesifikasi minimum regulator. Apabila tegangan masukan lebih rendah dari nilai yang disyaratkan, maka tegangan keluaran yang dihasilkan juga akan berada di bawah spesifikasi nominalnya.

3. Video Percobaan [Kembali]


Video Analisi Kondisi


 Video Emiter Stabilizer



IC Power



4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab :

    Pada percobaan rangkaian self bias diperoleh nilai VBE sebesar 0,6 V yang nilainya sesuai dengan teori tegangan kerja transistor yaitu sekitar 0,7 V. Ini artinya transistor aktif dan berada pada daerah kerjanya. Nilai IB diperoleh sebesar 1,12 mA mendekati nilai IC sebesar 1,32 mA. Ini menunjukan kestabilan arus sesuai dengan prinsip kerja rangkaian self bias yang memberikan kestabilan operasi untuk transistor.

2. Analisa prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab :

Pada percobaan rangkaian voltage divider didapatkan nilai VB sebesar 11,81 V yang diperoleh dari pembagi tegangan R1 dan R2. Nilai VE diperoleh sebesar 11,17 V. Jika VB dikurangi VE maka akan memperoleh tegangan VBE sebesar 0,64 V yang nilainya kurang lebih seama dengan  pengukuran VBE pada percobaan  yaitu sebesar 0,63 V. Ini artinya percobaan sudah dilakukan dengan benar dan nilai yang didapatkan sesuai dengan teori tegangan kerja transistor yaitu sekitar 0,7 V.

3. Analisa pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power Supply dengan IC Regulator.

Jawab :

1. Pengaruh Kapasitor

  • Kapasitor Input
Jika nilainya kecil maka tegangan input di pin regulator jatuh saat beban naik mendadak yang bisa menyebabkan distorsi. Jika nilainya cukup besar maka stabilitas input bisa jadi lebih baik.
  • Kapasitor Output
Jika nilainya kecil maka ripple pada output jadi lebih besar dan tegangan bisa goyang saa beban berubah. Jika nilainya besar maka ripple menjadi halus menghasilkan outup yang bersih tetapi respon regulator pada berubahan beban menjadi lebih lambat

2. Pengaruh Resistor
  • Resistor Pembatas Arus
Jika nilainya kecil maka arus mengalir menjadi lebih besar yang bisa menyebabkan regulator panas dan rusak. Jika nilainya besar maka arus ke beban menjadi terbatas dan perangkat tidak mendapatkan daya yang cukup sehingga efisiensinya jelek. Resistor yang dipilih harus mempertimbangkan spesifikasi dan kebutuhan beban
  • Resistor Feedback
Jika resistor atas (R2)  diperbesar maka tegangan output akan naik. Jika diperkecil tegangan outuput akan menurun

5. Download File[Kembali]

Download Video Percobaan Emiter Stabilize Klik Disini

Download Video Percobaan Power IC Klik Disini

Download Video Penjelasan Kondisi Klik Disini

Download Datasheet Transistor klik disini

Download Datasheet Baterai klik disini

Download Datasheet Multimeter Klik Disini

Download Datasheet Resistor Klik Disini

Download Datasheet OP-AMP Klik Disini

Download Datasheet AC Klik Disini

Download Datasheet Kapasitor Klik Disini

Download Datasheet Osiloskop Klik Disini

Download Laporan Akhir Klik Disini



Komentar